Nama : Yoso Dermawan sugondo
Kelas : 3IA07
NPM : 57415292
4.
Arsitektur Game Engine
Game Engine adalah system perangkat lunak yang dirancang
untuk menciptakan dan pengembangan video game. Ada banyak mesin permainan yang
dirancang untuk bekerja pada konsol permainan video dan sistem operasi desktop
seperti Microsoft Windows, Linux, dan Mac OS X. fungsionalitas inti
biasanya disediakan oleh mesin permainan mencakup mesin render ( “renderer”)
untuk 2D atau 3D grafis, mesin fisika atau tabrakan (dan tanggapan tabrakan),
suara, script, animasi, kecerdasan buatan, jaringan, streaming, manajemen
memori, threading, dukungan lokalisasi, dan adegan grafik. Proses pengembangan
permainan sering dihemat oleh sebagian besar menggunakan kembali mesin
permainan yang sama untuk menciptakan permainan yang berbeda.
Engine bukanlah executable program, artinya engine tidak
bisa dijalankan sebagai program yang berdiri sendiri. Diperlukan sebuah program
utama sebagai entry point atau titik awal jalannya program. Pada C++, entry
point-nya adalah fungsi ‘main().’ Biasanya program utama ini relatif pendek.
Game engine adalah program yang ‘memotori’ jalannya suatu program game. Kalau
game diilustrasikan sebagai ‘musik’ yang keluar dari mp3 player, maka engine
adalah ‘mp3 player’ dan program utama adalah ‘data mp3’ yang dimasukkan ke
dalam mp3 player tersebut. Dengan adanya engine, waktu, tenaga dan biaya yang
dibutuhkan untuk membuat game software menjadi berkurang secara signifikan.
Beberapa game dengan jenis dan gameplay yang hampir sama
bisa dibuat dengan sedikit usaha bila terlebih dulu dibuat engine-nya. Setelah
engine diselesaikan, programmer hanya perlu menambahkan program utama, memakai
resources (objek 3D, musik, efek suara) yang baru, dan, jika benar-benar
dibutuhkan, sedikit memodifikasi engine sesuai kebutuhan spesifk dari game yang
bersangkutan. Program game engine seluruhnya berorientasi objek. Dia lebih
bersifat reaktif daripada prosedural. Sulit untuk menggambarkan engine secara
keseluruhan dalam flow-chart, karena alur program bisa diatur sesuai dengan
keinginan pemakai engine, yaitu game programmer.
Tujuan Penggunaan Game Engine
Game engine menyediakan seperangkat alat pengembangan
visual di samping komponen software digunakan kembali. Alat-alat ini umumnya
diberikan dalam suatu lingkungan pengembangan terpadu untuk mengaktifkan
disederhanakan, perkembangan pesat dari permainan dengan cara data-driven.
Mesin pengembang Game upaya untuk “pra-menciptakan roda” dengan mengembangkan
suite perangkat lunak kuat yang mencakup banyak unsur pengembang game mungkin
perlu untuk membangun sebuah permainan.
Kebanyakan mesin permainan suite menyediakan fasilitas yang
memudahkan pengembangan, seperti grafik, suara, fisika dan fungsi AI. Mesin
permainan ini kadang-kadang disebut “middleware” karena, seperti dengan istilah
naluri bisnis, mereka menyediakan sebuah platform perangkat lunak yang
fleksibel dan dapat digunakan kembali yang menyediakan semua fungsionalitas
inti yang dibutuhkan, langsung dari kotak, untuk mengembangkan sebuah aplikasi
permainan sambil mengurangi biaya , kompleksitas, dan waktu-ke-pasar-semua
faktor penting dalam industri video game yang sangat kompetitif. Gamebryo dan
RenderWare adalah seperti program middleware banyak digunakan.
Seperti solusi middleware lainnya, mesin permainan biasanya
menyediakan abstraksi platform, yang memungkinkan permainan yang sama untuk
dijalankan pada berbagai platform termasuk game konsol dan komputer pribadi
dengan sedikit, jika ada, perubahan yang dibuat ke kode sumber permainan.
Seringkali, mesin permainan dirancang dengan arsitektur berbasis komponen yang
memungkinkan sistem tertentu dalam mesin yang akan diganti atau diperpanjang
dengan lebih khusus (dan sering kali lebih mahal) komponen middleware game
seperti Havok untuk fisika, Miles Sound System untuk suara, atau Bink untuk
Video.
Beberapa mesin permainan seperti RenderWare bahkan
dirancang sebagai rangkaian dihubungkan secara longgar komponen middleware
permainan yang bisa selektif dikombinasikan untuk membuat mesin khusus, bukan
pendekatan yang lebih umum dari memperluas atau menyesuaikan solusi terintegrasi
yang fleksibel. Namun diperpanjang tercapai, hal itu tetap menjadi prioritas
tinggi dalam mesin game karena berbagai kegunaan yang mereka diterapkan.
Meskipun kekhususan nama, mesin permainan yang sering digunakan untuk jenis
lain aplikasi interaktif dengan kebutuhan grafis real-time seperti demo
pemasaran, visualisasi arsitektur, simulasi pelatihan, dan lingkungan
pemodelan.
Beberapa mesin permainan hanya menyediakan 3D real-time
rendering kemampuan bukan berbagai fungsi yang dibutuhkan oleh game. Mesin ini
mengandalkan pengembang game untuk melaksanakan seluruh fungsi ini atau merakit
dari komponen middleware permainan lainnya. Jenis mesin umumnya disebut sebagai
“mesin grafis,” “mesin render,” atau “mesin 3D” bukan meliputi lebih istilah
“mesin permainan.” Terminologi ini tidak konsisten banyak digunakan sebagai
fitur lengkap mesin permainan 3D disebut hanya sebagai “mesin 3D.”
Beberapa contoh mesin grafis adalah: Crystal Space,
Genesis3D, Irrlicht, JMonkey Engine, OGRE, RealmForge, Truevision3D, dan Visi
Engine. Modern permainan atau mesin grafis umumnya memberikan grafik adegan,
yang merupakan representasi berorientasi objek dari dunia permainan 3D yang
sering menyederhanakan desain game dan dapat digunakan untuk rendering yang
lebih efisien dari dunia maya yang luas.
Tipe Game Engine
Game engine biasanya datang dengan berbagai macam jenis dan
ditujukan untuk berbagai kemampuan pemrograman.
Ada 3 tipe game engine yang ada
saat ini, diantaranya :
1.Roll – your – own – Game Engine.Banyak perusahaan game
kecil seperti publisher indie biasanya menggunakan engine-nya sendiri. Mereka
menggunakan API seperti XNA, DirectX atau OpenGL untuk membuat game engine
mereka sendiri. Di sisi lain, mereka kadang menggunakan library komersil atau
yang open source. Terkadang mereka juga membuat semuanya mulai dari
nol.Biasanya game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar
diberikan secara gratis, juga memperbolehkan mereka (para developer) lebih
fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk
sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya banyak engine yang dibuat
dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Tower Games Studio
membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine-nya, hanya untuk
ditulis ulang semuanya dalam beberapa hari sebelum penggunaannya karena adanya
bug kecil yang sangat mengganggu.
2. Mostly-ready game engines.Engine ini biasanya sudah
menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer/programer. Semuanya
termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model, texture dan lain-lain. Banyak
dari mereka yang sudah benar-benar matang, sehingga dapat langsung digunakan
untuk scripting sejak hari pertama. Game engine semacam ini memiliki beberapa
batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang
benar-benar terbuka lebar.Hal ini ditujukan agar tidak terjadi banyak
error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini
dirilis dan masih memungkinkan game engine-nya tersebut untuk mengoptimalkan
kinerja game-nya. Contoh tipe game engine seperti ini adalah Unreal Engine,
Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya yang sudah sangat optimal
dibandingkan jika harus membuat dari awal. Dengan hal ini dapat menyingkat
menghemat waktu dan biaya dari para developer game.
3.Point – and – click Engine.Engine ini merupakan engine yang
sangat dibatasi, tapi dibuat dengan sangat user friendly. Anda bahkan bisa
mulai membuat game sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game
Builder dan Unity3D. Dengan sedikit memanfaatkan coding, kamu sudah bisa
merilis game point-and-click yang kamu banget. Kekurangannya terletak pada
terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan dan biasanya hal ini mencakup
semuanya, mulai dari grafis hingga tata suara.Tapi bukan berarti game
engine jenis ini tidak berguna, bagi developer cerdas dan memiliki kreativitas
tinggi, game engine seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan,
seperti Flow. Game engine ini memang ditujukan bagi developer yang ingin
menyingkat waktu pemrogramman dan merilis game-game mereka secepatnya.
Game engine perangkat lunak yang dirancang untuk membuat
dan mengembangkan video game. Fungsi utama game engine adalah rendering untuk
2D atau 3D graphic, collision detection, sound, scripting, animasi, artificial
intelligence, networking, memory management, threading dan scene graph.
Game engines memberikan perangkat untuk visual development
dengan tambahan komponen perangkat lunak yang dapat dipakai berulang kali.
Perangkat ini pada umumnya memberikan integrated development environment yang
dapat mempermudah, serta mempercepat pengembangan game.
5.
Interaksi Fisik dalam teknologi Game
Apa itu interaksi ?,
interaksi menurut Hormans adalah suatu
kejadian ketika aktivitas atau sentimen yang dilakukan oleh seseorang terhadap
individu lain diberi ganjaran (reward) atau hukuman (punishment) dengan
menggunakan suatu aktivitas atau sentimen oleh individu lain yang menjadi
pasangannya. Konsep pengertian interaksi yang dikemukakan oleh Hormans yaitu
suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu interaksi merupakan
suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.Dan,
interaksi fisik ialah salah satu bentuk interaksi yang
terjadi jika ada dua orang atau lebih melakukan kontak dengan menggunakan
bahasa-bahasa tubuh. Contoh interaksi ini : posisi tubuh, ekspresi wajah,
gerak-gerik tubuh dan kontak mata.
Dalam lingkungan game, interaksi fisik dapat
dimaksud dengan menyerap pengertian diatas, yaitu menjadi interaksi fisik ialah
salah satu bentuk interaksi yang terjadi jika ada dua objek atau lebih
melakukan kontak. Kontak yang terjadi antara objek – objek tersebut umumnya
adalah collision atau tabrakan.
Interaksi fisik dalam teknologi game merupakan perangkat
gerak yang melibatkan aktivitas fisik sehingga permainan game dapat sekaligus
melatih otot dan gerak selayaknya berolahraga.
Efek fisik dalam game engine
* Efek positif game :
Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris.
Meningkatkan pengetahuan tentang komputer.
Meningkatkan kemampuan mengetik.
Setiap game memiliki tingkat kesulitan/Level yang berbeda.
Meningkatkan konsentrasi.
Meningkatkan koordinasi tangan dan mata.
Meningkatkan kemampuan membaca.
* Efek negatif game :
Mengganggu Kesehatan.
Kecanduan.
Membatasi Hubungan Sosial.
Collision Detection
Collision model adalah algoritma collision detection.
Sebuah algoritma yang berfungsi untuk memeriksa apakah dua buah objek spasial
saling bertumbukan. Algoritma ini sangat diperlukan di bidang animasi dan
pebuatan game. Dengan menggunakan algoritma ini, sang pembuat dunia virtual
(game ataupun animasi) bisa membuat dunia virtualnya semakin mirip dengan dunia
nyata.
0 komentar:
Posting Komentar